Peradaban Buku
Artikel

Maratib Al-‘Amal, Sebuah Perbandingan Terjemahan Bahasa Indonesia

Bagi mereka yang terlibat dalam gerakan tarbiyah atau aktivitas dakwah yang berafiliasi pada gerakan ini, istilah maratib al-‘amal (peringkat atau tingkatan amal) merupakan salah satu ide penggerak maupun ide pembingkai (guiding idea) bagi aktivitas mereka. Peringkat amal merupakan penjabaran dari salah satu pilar (rukun), yaitu rukun amal, dari sepuluh pilar-pilar komitmen seorang aktivis kepada gerakan Islam. Rukun (pilar) amal ini membabar tujuan serta sasaran yang mengarahkan aktivitas kepelakuan seorang aktivis. Pilar-pilar komitmen ini tercantum dalam sebuah risalah yang ditulis oleh Hasan Al-Banna, Risalah At-Ta’alim (selanjutnya disingkat RT).2025-09-23_14h45_37.png

Risalah At-Ta’alim ini sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dengan beragam latar penerjemah. Esai ini mencoba membandingkan beberapa terjemahan terhadap judul (heading) peringkat-peringkat amal itu, tanpa masuk pada perinciannya.

Berikut beberapa terjemahan yang digunakan :

  1. Konsep Pembaharuan Masyarakat Islam, Hasan Al-Banna (penerj. Su’adi Sa’ad). Media Dakwah, Jakarta. 1986. (MD)
  2. Da’wah Kami Kemarin dan Hari Ini, Al-Imam Assyahid Hasan Al-Banna (penerj. Rahmat Abdullah), cetakan II, Penerbit Firdaus, Jakarta. 1991. (FD)
  3. Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin Jilid 1 (penerj. Anis Matta et.al). Cetakan kedua. Intermedia, Solo. 1998. (IM)
  4. Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al-Banna Jilid 1 (penerj. Khozin Abu Faqih). Cetakan pertama. Al Itishom. 2006. (IO)

Teks arab mengacu pada link web berikut, https://www.ikhwan.wiki/index.php?title=%D8%B1%D8%B3%D8%A7%D9%84%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85

Sebagai pembanding tambahan digunakan terjemahan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh IIFSO, Six Tracts of Hasan Al-Banna’ (2006). (IF).


مراتب العمل المطلوبة من اللأخ الصادق
MDSedangkan tingkat amal yang dituntut kepada kita adalah sebagai berikut
FDTingkatan-tingkatan amal yang dituntut dari saudara yaitu,
IMAdapun tingkatan amal yang dituntut dari seorang akh yang tulus adalah
IOAdapun urutan amal yang dituntut dari seorang kader yang tulus adalah
IFOur sincer brothers are requested to work according to the following steps:

Ide utama bagian awal di atas adalah mengenai peringkat, tingkatan amal yang perlu dilakukan oleh seorang aktivis. Apakah peringkat meniscayakan proses yang sekuensial, dimana peringkat selanjutnya tidak dapat dilakukan kecuali setelah selesainya peringkat sebelumnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini disampaikan bahwa perlu dibedakan antara peringkat amal dan fase atau tahapan gerakan. Pertanyaan di atas sebenarnya lebih terkait dengan tahap gerakan. Fase atau tahap gerakan adalah keputusan organisasi. Fase gerakan didefinisikan dalam pilar ketaatan. Peringkat amal lebih pada bentuk komitmen, partisipasi, dan kontribusi amal seorang pribadi muslim.

I


إصلاح نفسه
MDMemperbaiki diri sendiri
FDMemperbaiki diri
IMPerbaikan diri sendiri
IOMemperbaiki diri sendiri
IFReforming the self


Karena terkait dengan aktivitas umumnya terjemahan bahasa Indonesia di atas menggunakan kata kerja (“memperbaiki”), mungkin ini dinilai lebih cocok dengan cita-rasa bahasa Indonesia. Hanya terjemahan dari Intermedia yang menggunakan kata benda (“perbaikan”). Terjemahan Intermedia juga umumnya konsisten menggunakan kata benda untuk tajuk-tajuk peringkat amal ini, misal perbaikan, pembentukan, bimbingan, pembebasan, penegakan, kecuali pada V dan atau VI.

Terjemahan Media Dakwah, kecuali II (“pembentukan rumah tangga muslim”) secara umum konsisten menggunakan kata kerja, demikian juga terjemahan Al I’tishom, kecuali VII (“kepeloporan”). Terjemahan dari Rahmat Abdullah, juga cukup konsisten menggunakan kata kerja, kecuali VII (“keguruan”).

Terjemahan bahasa Inggris dari IIFSO umumnya menggunakan gerund (bentuk kata kerja berakhiran -ing yang digunakan sebagai kata benda) seperti reforming, istructing, establishing, rebuilding, kecuali pada IV (liberation).

Rahmat Abdullah mencukupkan dengan “Memperbaiki diri” tanpa tambahan “sendiri”, barangkali karena konsep diri sudah cukup merujuk kepada identitas yang spesifik, orang yang dituju oleh pesan dari risalah ini.

II


وتكوين بيت مسلم
MDPembentukan rumah tangga Muslim
FDMembina rumah tangga muslim
IMPembentukan keluarga muslim
IOMembentuk keluarga muslim
IFEstablishing an islamic home

Kecuali terjemahan dari Rahmat Abdullah, semua terjemahan menggunakan ungkapan pembentukan maupun membentuk. Rahmat Abdullah memilih menggunakan kata “membina”, pilihan kata yang sekilas lebih imajinatif secara visual karena kedekatannya dengan kata rumah tangga sebagai objek konkret.

III


إرشاد المجتمع
MDMemperingatkan masyarakat
FDMembimbing masyarakat
IMBimbingan masyarakat
IOMembimbing masyarakat
IFInstructing and guiding the society

Hanya terjemahan Media Dakwah yang agak berbeda dengan memaknai kata irsyad dengan memperingatkan. Membimbing lebih umum dan lebih mencakup dari sekedar memberi peringatan.

IV


وتحرير الوطن
MDBerjuang mencapai kemerdekaan
FDMemerdekakan tanah air
IMPembebasan tanah air
IOMemerdekakan tanah air
IFLiberation of the homeland

Konsep tahrir kebanyakan diasosiasikan dengan kemerdekaan. Kecuali terjemahan Intermedia dan IIFSO yang menerjemahkannya sebagai pembebasan. ffd86dd74815f1de.webpPembebasan secara umum memiliki makna lebih luas dibanding dengan kemerdekaan yang umumnya merujuk pada lepasnya pendudukan (kekuasaan) bangsa lain. Jika merujuk lanjutan tajuk ini (“..baik secara politik, ekonomi, maupun moral.”) maka istilah pembebasan bisa dinilai lebih tepat.

V


وإصلاح الحكومة
MDMemperbaiki pemerintahan
FDMemperbaiki pemerintahan
IMMemperbaiki keadaan pemerintah
IOMembenahi pemerintahan
IFReforming the government

Konsep ishlah di sini umumnya dimaknai dengan memperbaiki. Kata membenai pada terjemahan Al I’tishom sebenarnya mirip, tetapi nilai rasanya agak berbeda. Karena pemerintahan merupakan kata yang mengacu pada aktivitas, bukan benda-bendanya, memperbaiki bisa dinilai lebih tepat digunakan. Terjemahan Intermedia agak boros kata dengan menambahkan “keadaan”.

VI


إعادة الكيان الدولي للأمة الإسلامية
MDMenjaga keamanan internasional
FDMengembalikan sifat internasional umat Islam
IMUsaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan umat Islam.
IOMengembalikan eksistensi kenegaraan (al-kayyan ad-dauli) bagi umat Islam
IFRebuilding the international prominence of the islamic umma

Terjemahan terhadap tajuk peringkat amal ke-6 ini banyak perbedaan. Kata i’adah mengandung makna kembali, pengembalian. Terjemahan Rahmat Abdullah dan Al I’tishom secara tepat mengungkapkan ide itu. Sedangkan terjemahan Intermedia, mengungkapkan ide persiapan.

Perbedaan muncul untuk memaknai kata “kayyan” dan “dauli”. Rahmat Abdullah memaknai “kayyan” dengan sifat, sedangkan “dauli” dengan internasional, sehingga “al-kayyan ad-dauli” diterjemahkan dengan sifat internasioanl . Intermedia, memaknai “al-kayyan ad-dauli” dengan “aset negeri di dunia ini”. Terjemahan bahasa Inggris mengacu pada “keunggulan internasional”. Sedangkan terjemahan Al-I’tishom memaknai dengan “kayyan” sebagai eksistensi, sedangkan “dauli” dengan kenegaraan, sehingga “al-kayyan ad-dauli” diterjemahkan sebagai eksistensi kenegaraan.

Hemat penulis, dengan mengacu pada perbedaan-perbedaan penerjemahan di atas serta makna leksikal dari istilah yang ada, berikut alternatif yang dapat dipertimbangkan. Kata “kayyan” yang bermakna entitas dapat diterjemahkan sebagai eksistensi, sedangkan “dauli” pada konteks ini bermakna internasional. Sehingga, makna pada tajuk peringkat amal ke-6 ini dapat diterjemahkan dengan, “Mengembalikan eksitensi internasional umat Islam.” Isi dari peringkat amal ke-6 ini juga memberikan indikasi makna di atas. Selain muatan politik (kemerdekaan negeri-negeri Islam lain), peringkat ke-6 ini juga memuat pengembalian keagungan, keunggulan peradaban-kebudayaan umat.

VII


و أستاذية العالم بنشر دعوة الإسلام في ربوعه
MDSebarkan Da’wah
FDKeguruan atas dunia, dengan menyebarkan da’wah Islam di pelosok-pelosoknya
IMPenegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri
IOKepeloporan internasional (ustadziyatul ‘alam), yaitu dengan menyebarkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia
IFInstructing the world about the Islamic ideology.

2025-09-23_14h46_27.png

Konsep ustadziyatul ‘alam ini mengandung muatan yang mungkin agak ambigu bagi sebagian orang. Ide utamanya adalah menyebarluasan dakwah Islam ke seluruh dunia. Bagaimana penyebaran dakwah ini dilakukan ? Ini yang menjadi ambigu, karena Al Banna menyitir ayat mengenai perang dalam konteks ini. Menilik konsep guru di sini, juga menimbang sebagaimana pernah disitir oleh Al-Banna bahwa inti dakwah adalah fikrah (ide), dan penanaman fikrah tidak mungkin dengan paksaan apalagi kekerasan; maka konsep ustadziatul ‘alam tepat dimaknai seperti terjemahan Rahmat Abdullah, “Keguruan atas dunia”. Dalam konsep “keguruan” ini termuat konsep keunggulan peradaban, yang disinggung juga pada peringkat amal ke-6.

Istilah “soko guru peradaban” sering juga diungkapkan sebagai padanan ustadziyatul ‘alam. Istilah soko guru mengacu pada pilar utama penyangga bangunan. Soko guru peradaban berarti tiang penyangga peradaban. Menurut saya (penulis artikel ini), bukan ide ini yang termuat dalam konsep ustadziyatul ‘alam.

Setelah membandingkan beragam terjemahan di atas, kita dapat merangkai kembali terjemahan tajuk-tajuk peringkat amal di atas, sejauh pemahaman penulis, sebagai berikut :

IMemperbaiki diri
IIMembina rumah tangga muslim
IIIMembimbing masyarakat
IVMemperbaiki pemerintahan
VMembebaskan tanah air, dari ..
VIMengembalikan eksistensi internasional umat Islam
VIIKeguruan atas dunia

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Komentar akan ditampilkan setelah dimoderasi.

Email tidak akan ditampilkan.